9:14 pm - Sun, Apr 13, 2014

UI Summit 2014: Komitmen Awal Kolaborasi

Atas nama sinergisitas lembaga, 12 April 2014 kemarin, Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia diramaikan oleh perwakilan BEM se-UI dalam rangka UI Summit 2014. 

“Kita butuh satu momentum di awal ini buat nunjukin ke publik kalau kita, BEM se-UI ini mau kolaborasi,” ujar Project Officer UI Summit 2014, Muhammad Alfisyahrin yang akrab disapa Alfi.

UI Summit sendiri memiliki dua rangkaian acara. Pertama sidang masing-masing departemen yang dilakukan pukul 16.00-18.00 WIB. Kemudian dilanjutkan sidang pleno pada pukul 19.00-18.00 WIB.

Terdapat enam departemen yang mengikuti rangkainan UI Summit, yaitu Kajian dan Aksi Strategis (Kastrat), Sosial Masyarakat (Sosmas), Advokasi Kesejahteraan Mahasiswa (Adkesma), Seni Budaya (Senbud), Pendidikan dan Keilmuan, dan Olahraga. Masing-masing departemen sebelumnya sudah berkumpul untuk membahas isu-isu apa yang akan dibawa ke sidang. Dalam acara ini, BEM se-UI membahas isu-isu besar yang dapat dilakukan bersama, karena terdapatisu-isu yang tidak dapat dilakukan sendiri, misalnya Departemen Kastrat yang ingin membuat kontrak politik dengan capres dan cawapres.

Setelah sidang masing-masing departemen selesai, keputusan dari masing-masing departemen dibawa ke sidang pleno yang dilaksanakan di Student Center FEUI. Isu yang dibawa dibagi dua yaitu isu bersama dan isu sektoral.

“Isu bersama penting karena sebatang lidi yang Cuma satu tidak akan begitu kuat dibanding dengan sapu lidi,” Alfi yang juga Korbid Sospol BEM UI 2014, menjelaskan.

Sedangkan isu sektoral dibuat berdasarkan kesadaran bahwa tidak semua isu dapat dikaji oleh semua fakultas karena ketidaksesuaian kompetensi. Oleh karena itu, di dalam isu sektoral terdapat pilihan bagi tiap BEM Fakultas untuk ikut atau tidak. Salah satu isu sektoral dari Departemen Adkesma adalah isu advokasi fasilitas rumpun kesehatan.

Menurut Ivan Riansa selaku Ketua BEM UI 2014, UI Summit adalah wadah untuk membangunjembatan antara menara-menara kebaikan yang dibagun oleh masing-masing BEM Fakultas di UI.

UI Summit ditutup dengan pembacaan Manifesto Kolaborasi Mahasiswa UI 2014 oleh para Ketua BEM se-UI. Hal ini adalah awal dari kolaborasi BEM se-UI, diharapkan setelah ini setiap departemen akan tetap konsisten melakukan kumpul bersama secara mandiri untuk membahas lebih lanjut isu-isu sesuai keputusan pada sidang pleno.

“Mulai saat ini bagi kami kolaborasi harga mati,” tutur kalimat penutup Manifesto KolaborasiMahasiswa UI 2014.

Reporter: Nabila Nur Sabrina

1:19 pm - Sat, Mar 29, 2014

Teropong FISIPERS Edisi 6: Kriminalitas di UI dan feature Mural for FISIP

    Video berita Teropong FISIPERS Edisi 6 telah tayang!! Teropong FISIPERS Edisi 6 mengangkat tema tentang kriminalitas di lingkungan kampus UI dan mural di gedung C FISIP UI. Seperti sering kita dengar, akhir-akhir ini di lingkungan kampus UI sering terjadi aksi kriminal yang cukup meresahkan seluruh warga dan civitas akademika UI. Banyaknya tindak kriminalitas di lingkungan UI ini tentu menimbulkan kerugian yang tak sedikit khususnya bagi kalangan mahasiswa seperti kehilangan laptop, handphone dan barang berharga lainnya.

    Selain mengangkat berita kriminalitas di lingkungan kampus, teropong FISIPERS kali ini juga membahas tentang pembuatan mural di gedung C FISIP UI.Seperti kita ketahui sebelumnya bahwa gedung C FISIP UI mengalami kebakaran beberapa waktu silam.Beberapa pekan pasca kebakaran, pihak FISIP UI mengadakan lomba mural bagi delapan jurusan yang ada di FISIP.Mural ini dibuat di sepanjang seng yang mengelilingi bangunan gedung C yang hangus terbakar.Teropong FISIPERS juga mewawancarai beberapa mahasiswa dari beberapa jurusan dan mereka menjelaskan makna dari mural yang mereka buat di gedung C FISIP UI.

    Tayangan Teropong FISIPERS Edisi 6 dapat anda saksikan melalui link ini: http://youtu.be/T2lSrIhpDvY

http://www.youtube.com/watch?v=T2lSrIhpDvY&feature=youtu.be

11:18 am - Thu, Mar 27, 2014

Telah Terbit: Buletin FISIPERS Edisi 31 “Kelingking Muda”

 

 Buletin FISIPERS kembali hadir! Edisi pertama di tahun 2014 yang terbit pada tahun politik ini akan banyak membahas persoalan politik di tanah air serta relevansinya dengan kalangan mahasiswa. Karena mahasiswa merupakan pemuda yang memiliki banyak andil dalam penyelenggaraan demokrasi dan pemilihan umum. Mahasiswa juga diharapkan untuk berperan aktif dan turut serta mengawasi jalannya pemilu yang akan diselenggarakan pada 9 April 2014 dan 9 Juli 2014 mendatang.

   Bertepatan dengan pesta demokrasi dan berlangsungnya pemilihan umum dalam waktu dekat ini, buletin Fisipers edisi ke-31 ini mengusung tema ‘Kelingking Muda’ yang akan membahas tentang isu-isu politik, minat mahasiswa terhadap pemilihan caleg dan capres hingga kredibilitas berbagai partai politik berdasarkan survei.

   Selain membahas seputar politik, buletin Fisipers kali ini juga membahas seputar kehidupan kampus seperti kriminalitas di sekitar kampus yang akhir-akhir ini menjadi perbincangan hangat di kalangan mahasiswa. Dari segi kualitas, buletin Fisipers edisi ke-31 ini mengalami banyak peningkatan mulai dari kualitas penyajian hingga kualitas konten. Buletin Fisipers edisi ke-31 hadir dengan 24 halaman yang terdiri dari 12 halaman full color dan 12 halaman colorless.

Jika Anda ingin mendapatkan Buletin FISIPERS, silahkan hadir di Stasiun FISIPERS (Depan ATM Bersama FISIP UI dan Depan Gedung E FISIP UI). Buletin FISIPERS #31 bisa Anda dapatkan dengan harga Rp. 3.000!

More info:

Twitter @fisipersui

E-mail fisipers.ui@gmail.com

2:28 pm - Tue, Mar 25, 2014

Tingkatkan Partisipasi Pemilih, BEM se-UI Lakukan Sosialisasi Pemilu ke Masyarakat

Pemilu ke Masyarakat

DEPOK (23/3). Puluhan mahasiswa Universitas Indonesia (UI) yang tergabung dalam gerakan #SuarakuPenting melakukan Sosialisasi Pemilu di daerah sekitar Kampus UI, Depok, Jawa Barat. Gerakan ini diinisiasi oleh BEM UI dan BEM Fakultas se-UI. Sasaran wilayah sosialisasi difokuskan  di Kelurahan Kukusan, Depok, Jawa Barat. Sosialisasi dilakukan secara door to door dan dialogis.

Dalam keterangan persnya, Ivan Riansa selaku Ketua BEM UI menerangkan bahwa Sosialisasi ini merupakan salah satu wujud dari komitmen mahasiswa UI dalam mengawal penyelenggaraan pemilu 2014.

“Salah satu peran mahasiswa dalam mengawal Pemilu 2014 tetap berjalan lancar dan demokratis adalah dengan turun ke masyarakat memberikan sosialisasi dan tentunya sekaligus mengajak masyarakat menjadi pemilih yang cerdas,” tegas Ivan.

Adapun fokus sosialisasi tersebut adalah terkait pemahaman masyarakat tentang jadwal-jadwal penting dalam Pemilu, pengetahuan tentang  Parpol peserta Pemilu, termasuk Calegnya  dan juga memastikan masyarakat di daerah tersebut telah terdaftar dalam DPT. Hal ini terbukti efektif karena ketika sosialisasi berjalan, ditemukan masih banyak warga Kelurahan Kukusan yang belum tahu informasi yang cukup mendasar misalkan mengenai tanggal penyelenggaraan Pemilu Legislatif. 

Salah satu dokumentasi Sosialisasi di Kelurahan Kukusan, Depok.

Ditambahkan Ivan, titik sosialisasi di Kelurahan Kukusan ini bukan tanpa alasan. Menurut data dari KPUD Kota Depok, tingkat partisipasi pemilih dalam Pemilu 2009 di kelurahan ini hanya 68%. Sedikit dibawah rata-rata nasional dimana tingkat partisipasi masyarakat se Indonesia dalam Pemilu 2009 adalah 70,1%.

“Apalagi, daerah Kelurahan Kukusan ini bersentuhan langsung dengan Kampus UI. Harusnya mahasiswa UI juga punya tanggung jawab untuk melakukan sosialisasi disini agar partisipasi masyarakat dalam Pemilu 2014 bisa meningkat,” lanjut Ivan.  

Kedepannya, BEM UI akan memaksimalkan media sosial untuk sosialisasi Pemilu ke masyarakat secara luas. Karena harapan besar bangsa Indonesia akan perubahan dimulai dari Pemilu 2014 ini.

CP: Esti Nur Rohmah / 085726517271

                                                                                                                              Twitter    : @BEMUI_Change

                                                                                                                              Email       : bemui.kastrat@gmail.com

7:41 am - Wed, Mar 19, 2014
1 note

Fasilitasi Hak Pilih Mahasiswa Rantau, BEM UI dan BEM se-UI Dirikan “Posko Advokasi Mahasiswa Rantau” di Setiap Fakultas

DEPOK (13/3). Kurang dari 1 bulan lagi masyarakat Indonesia akan memilih wakilnya di parlemen dalam pemilu legislatif. Salah satu yang fundamental adalah hak warga negara untuk dapat memilih. Sebagai bagian dari Warga Negara Indonesia, mahasiswa yang merantau ke daerah lain untuk berkuliah pun pada hakikatnya juga memiliki hak untuk memilih.

Hal ini terbukti dari beberapa pertanyaan seputar hak mahasiswa rantau untuk memilih dalam pemilu legislatif yang masuk ke Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI), baik secara langsung maupun melalui media sosial. BEM UI, melalui Departemen Kastrat (Kajian dan Aksi Strategis) segera merespon isu ini dengan melakukan konsolidasi dengan BEM Fakultas se-UI. Selain itu, BEM UI juga telah melakukan Audiensi pada Jumat (7/3) yang lalu, bersama dengan Ketua KPUD Kota Depok, Titik Nurhayati, untuk memastikan bahwa ada mekanisme yang memungkinkan mahasiswa rantau untuk pindah TPS dan DPT. KPU, melalui Ketua KPUD Kota Depok membenarkan bahwa memang ada perubahan dalam mekanisme untuk mendapatkan Form Model A.5 (form pindah TPS/DPT)  yang tertera dalam Surat Edaran KPU No. 127/KPU/III/2014 tertanggal 4 Maret 2014, dimana pengajuan form A.5 sudah bisa langsung diajukan ke KPUD tempat belajar atau bekerja. 

Merespon hal ini, dalam kurun waktu 13-21 Maret 2014, BEM UI dan BEM-BEM Fakultas telah bersinergi dan mendirikan Posko Advokasi Mahasiswa Rantau di tiap-tiap Fakultas untuk memfasilitasi mahasiswa rantau mendapatkan form A.5. “Hal ini kami lakukan sebagai bentuk komitmen kami agar semua masyarakat, termasuk teman-teman mahasiswa, dapat menggunakan hak pilihnya dalam Pemilu 2014 ini,” tegas Andi Aulia Rahman, Kepala Departemen Kajian dan Aksi Strategis BEM UI.  

Adapun mekanisme pengajuan permohonan pindah TPS yang akan mahasiswa rantau lakukan di Posko tersebut adalah sebagai berikut :

  1. Mahasiswa memastikan bahwa dirinya telah terdaftar dalam DPT, melalui pengecekan di www.data.kpu.go.id
  2. Mahasiswa melampirkan Fotocopi KTP, Fotocopi KTM dan mengisi Surat Permohonan Pindah TPS
  3. Setelah data-data dari mahasiswa rantau tersebut dikumpulkan, BEM UI dan BEM se-UI akan mengantarkan surat tersebut ke KPUD Depok untuk diverifikasi secara kolektif.
  4. Mahasiswa menunggu paling lambat 31 Maret 2014 untuk mendapatkan form A5  dari KPUD Kota Depok. Nantinya, form A5 akan dibagikan kembali kepada mahasiswa yang bersangkutan melalui BEM Fakultas.

Perlu digarisbawahi bahwa nantinya mahasiswa yang mengajukan diri untuk mendapatkan form A.5 ini akan memilih di TPS sesuai dengan tempat tinggalnya di Depok dan akan memilih Caleg dari Dapil Depok. “Mahasiswa nanti akan memilih di TPS dekat kosan masing-masing. Jadi, ini bukan advokasi untuk mendirikan TPS di dalam kampus. Kami tetap berkomitmen untuk menjaga netralitas kampus dalam Pemilu 2014 ini,” lanjut Andi.

“Terkait sosialisasi adanya pendirian Posko ini, kami telah bekerjasama dengan BEM Fakultas dan termasuk teman-teman dari Paguyuban Mahasiswa se-UI. Kami berharap, semoga teman-teman Mahasiswa rantau dapat berpartisipasi aktif dalam advokasi pindah TPS/DPT  ini, karena 5 Tahun Indonesia kedepan akan sangat bergantung pada bagaimana kita memaksimalkan hak pilih kita dalam Pemilu 2014 ini,” tutup Andi.

CP: Fajri 081381923273 | @BEMUI_Change | #SuarakuPenting

1:13 pm - Mon, Mar 10, 2014

Kawal Pemilu 2014, BEM UI luncurkan tagar #SuarakuPenting

Tepat 5 Maret 2014 Pukul 20.14, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia bersama dengan elemen BEM-BEM Fakultas yang ada di UI meluncurkan tagar bersama #SuarakuPenting di media sosial untuk penuansaan menjelang berlangsungnya Pemilihan Umum (PEMILU) 2014.

Tagar #SuarakuPenting ini dimaknai sebagai suatu keinginan bersama untuk menginternalisasikan kedalam diri masing-masing bahwa suara yang kita miliki dalam Pemilu itu sangatlah penting demi menjamin terciptanya Indonesia yang lebih baik lagi. Selain itu, #SuarakuPenting  juga akan berfokus bagaimana memberikan informasi kepada Mahasiswa UI bahwa suara yang kita miliki sangatlah penting baik dari segi kualitas maupun kuantitas.

Dari segi kuantitas,  #SuarakuPenting akan mengajak mahasiswa untuk tidak golput dan menggunakan hak pilihnya dalam Pemilu 2014. Hal ini didasari pada tingkat partisipasi pemilih sejak Pemilu 1999 sampai 2009 semakin menurun. Hal ini dibuktikan bahwa pada Pemilu 1999  tingkat partisipasi pemilih sebesar 93,3 %, kemudian pada Pemilu 2004 sebesar 84,9 dan terakhir pada Pemilu 2009 semakin menurun menjadi 70,9% (Sumber Data : KPU).

Dari segi kualitas, #SuarakuPenting akan mengajak mahasiswa UI untuk menjadi pemilih yang cerdas dan rasional. Artinya, #SuarakuPenting akan mengajak mahasiswa dan masyarakat untuk memaksimalkan hak pilih yang dimiliki dengan terlebih dahulu melihat track record para Calon Anggota Legislatif sebelum memilih. Memilih Calon Anggota Legislatif yang memiliki track record baik ini  menjadi penting karena kualitas Anggota Legislatif yang akan duduk di parlemen nantinya akan sangat bergantung kepada pilihan-pilihan kita dalam Pemilu 2014 ini. 

“Ini adalah bentuk pengawalan awal mahasiswa UI di Pemilu 2014, kedepannnya akan ada banyak hal yang kami persiapkan untuk menyukseskan pesta demokrasi ini,” tegas M.Ivan Riansa, Ketua BEM UI.  Disamping Ivan, Wakil Ketua BEM UI, Ahmad Mujahid  juga menyampaikan komentarnya. “Gerakan #SuarakuPenting ini adalah bentuk gerakan yang diciptakan untuk mensinergiskan gerakan vertikal dan gerakan horizontal.Ini jadi modal awal membangun kembali gerakan mahasiswa”

Terakhir, BEM UI dan BEM se-UI berharap bahwa tagar bersama #SuarakuPenting ini dapat menjadi sarana yang tepat untuk menyalurkan opini, kritik, maupun aspirasi mahasiswa UI untuk isu seputar Pemilu 2014.

Hidup Mahasiswa! Hidup Rakyat Indonesia!

“….. #AdaYangHilang? Ya bisa jadi, dan akan benar-benar hilang kalau kita tidak memaknai bahwa #SuarakuPenting …..” @BEMUI_Change

Cp: Andi Aulia Rahman 085718015408 / bemui.kastrat@gmail.com

Install Headline